Rabu, 31 Juli 2013

Makan keramat Cemare

Di Nusa Tenggara Barat, jangan hanya berkunjung ke pantai dan pura. Cobalah sesekali datang ke makam keramat yang dipercayai oleh warga sekitar membawa berkah. Salah satu makam yang menjadi destinasi wisata religi adalah makam keramat Cemare.

Makan keramat Cemare adalah makam yang berada di dekat pelabuhan Lembar. Bentuknya seperti daratan yang menjorok ke laut. Disinilah makam tersebut berada dan disinyalir menjadi peristirahatan seorang tokoh agama di Lombok pada masa lampau. Makam ini sering didatangi para peziarah, khususnya pada hari besar keagamaan Islam.

Lokasi makam keramat Cemare sangat dekat dengan pelabuhan Lembar. Hal itu pulalah yang membuat peziarah tidak hanya berdoa namun sekaligus menikmati keindahan pantai Cemare dan tentu saja panorama pelabuhan. Kawasan ini akan semakin ramai oleh pelancong karena pemerintah setempat sedang berusaha mewujudkan peningkatan sarana prasarana dalam rangka pengembangan objek wisata yang berpotensi.

Pelabuhan lembar adalah salah satu pintu masuk menuju mataram. Terletak di 22 km selatan Mataram, setiap 90 menit sekali tersedia kapal feri yang beroperasi hilir mudik dari Pelabuhan Padang Bai Bali. Sebelum pelabuhan Lembar di Lombok Barat ini beroperasi, aktivitas transportasi laut dilakukan di Pelabuhan Ampenan. Pelabuhan Ampenan berada di sebelah barat kota mataram. Pelabuhan Ampenan kini sudah tidak beroperasi lagi karena faktor tingginya ombak dan arus di Selat Lombok.

Sementara itu, selain makam keramat Cemare, objek wisata religi yang juga sering dikunjungi warga adalah makam Loang Baloq, makam Batu Layar, makam di masjid kuno Bayan Beleq serta makam Wali Nyatoq. Semua tempat ziarah itu diyakini oleh warga setempat merupakan persemayaman  tokoh-tokoh atau pemuka agama yang menyebarkan ajaran Islam tempo dulu. Sebagai provinsi dengan penduduk mayoritas muslim, masyarakat Lombok sangat menjaga keberadaan situs sejarah dan religi tersebut. Bahkan beberapa diantaranya digunakan sebagai tempat melakukan ritual-ritual tertentu seperti lebaran topat, nazar dan prosesi budaya lainnya. Seiring dengan makin populernya istilah wisata religi maka makam-makam inipun semakin ramai dikunjungi wisatawan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar